Cerita Panas Di Rumah Kosong Di Citra Indah City

Bella adalah satu dari sekian banyak gadis cantik penghuni komplek perumahan Citra Indah City ini. Yang membuat ia begitu spesial dari yang lainnya adalah karena selain cantik dan gemulai dia juga sangat supel, dia bertegur sapa semua orang yang ia temui baik ia mengenalnya maupun tidak. Dengan tinggi 165 cm, rambutnya yang hitam nan panjang dengan setia bergerak mengikuti langkah kakinya.

Sepengetahuanku, Bella bekerja pada sebuah bank pita atas di Cibubur. Sifatnya yang baik, rajin, dan ramah membuat ia sangat disenangi oleh teman-temannya. Sudah menjadi ritual pagi di kantor itu, Bella selalu menyapa semua penghuninya mulai dari Cleaning service sampai manager.

Pagi ini semua kehidupan Bella mungkin akan segera berubah, karena pagi matahari bersinar dengan sangat terik tetapi awan tebal masih menyelimuti padatnya kota jakarta. "Bella, mana mobilmu?" tanya seorang rekan kerjanya.
"Kebetulan lagi rusak mas, aku kesini naik GrabCar", jawabnya dengan ramah.

Pulang kantor :
"mari Bella, aku antar kau pulang", seru james, salah seorang manajer di bank tempat Bella bekerja.
"makasih Pak James, saya pulang naik GrabCar aja" jawab Bella dengan nada sopan.
"Oke, aku duluan yah. hati-hati dalam perjalanan Bella". Bella hanya bisa tersenyum untuk menjawab perkataan rekan kerjanya tersebut.

Bella cantik pulang menaiki sebuah GrabCar berwarna silver. Dengan sigap driver memasnag GPS ke arah tujuan, setelah mengetahui alamat yang dituju sang sopir dengan kumis tebal itu segera menekan peda gas mobilnya. Mobil tersebut melaju dengan sangat hati-hati di tengah padatnya lalulintas Cibubur menuju Citra Indah City.

Sesampainya di kompleks perumahan Citra Indah, sang sopir bertanya kepada Bella "Cluster apa mbak?".
"pertigaan Patung Kuda belok kiri, nanti masih terus lagi pak", jawab Bella.

Kebetulan di kompleks ini masih ada beberapa rumah yang masih proses tahap pembangunan, terlihat para kuli bangunan sedang beristirahat. Naas bagi GrabCar yang di tumpangi Bella, jarak rumahnya masih sekitar 1 KM lagi tetapi GrabCar yang ditumpanginya pecah ban. Terpaksa Bella melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tanpa disadari oleh Bella, beberapa kuli bangunan memperhatikan langkah kakinya. Dibalut dengan seragam ketat dan rok mini, membuat paha mulus Bella semakin membuat para kuli bangunan tersebut menelan ludah.
"baru pulang kerja ya mba sore sore tumben?" tegur salah seorang kuli.
"iya nih bang", jawab Bella dengan sopan.
"kok jalan kaki? mobilnya kemana mba biasa bawa mobil?", kata seorang kuli lainnya yang berbadan kurus jangkung.
"lagi rusak bang", jawab Bella sambil terus berjalan.

Seorang kuli dengan badan tegap menghampiri bella. Jari tangannya memegang sebuah rokok dengan merk papan atas. "sini biar abang antar aja  ya mba", dia berjalan terlalu bernafsu jadi tak melihat kalau tinggi antara trotoar sama tinggi badan jalan cukup jauh. Alhasil ia hampir terjatuh, tetapi sialnya rokok yang masih menyala terlempar ke arah Bella dan jatuh di paha kirinya yang mulus.

"Aaaaaw..panaaaas", teriak Bella.
"maaf, maaf mba. abang gak sengaja, sumpah, sakit yah rasanya?", kata sang kuli tadi.
"engga apa-apa kok mas, cuma lecet sedikit tapi gak luka", kata Bella sambil memegangi pahanya.
"ya udah abang antar aja pulangnya sampai rumah, sebagai permintaan maaf abang".

Bella akhirnya pulang dibonceng dengan motor, dan cerita panas ini pun berakhir.

Udah gitu aja :)